Sebagai penutup di bulan Oktober, selain moment berharga kumpul bersama keluarga tetapi ada juga salah satu obrolan di Kantor yang cukup membekas di pikiran saya yaitu obrolan yang dimulai dengan sebuah pertanyaan : "Apa penyesalan terbesar dalam hidup ?".
Seseorang menjawab : "kalau dulu saya ga bohong perihal punya ijazah dan bersedia melanjutkan pendidikan saat ingin di rekrut sama manager Toyota, mungkin sekarang saya sudah pake lanyard karyawan tetap Toyota". Orang lainnya menjawab : "kalau dulu saya ga menganggap om saya bercanda ketika menawarkan ingin menjadikan saya sebagai asistennya di salah satu Kementerian, mungkin sekarang jam kerja saya hanya senin sampai jum'at saja", dan yang lainnya pun menjawab : "kalau dulu saya lebih peka terhadap cashflow perusahaan dan ikut andil manage usaha, mungkin sekarang saya sudah punya beberapa cabang", sampai akhirnya saya juga tertarik untuk ikutan menjawab : "kalau dulu saya rutin cek email secara berkala, mungkin aku sudah offering letter dengan anak perusahaan Astra Group".
Dari semua cerita penyesalan-penyesalan tersebut ternyata memang benar kalau sesuatu yang terkadang kita anggap sepele bisa memiliki dampak yang besar di kemudian hari. Namun, pada akhirnya ibarat nasi sudah menjadi bubur dan kami bersyukur atas hikmah yang terjadi yaitu : "Dibalik kegagalan yang terjadi, ada skenario terbaik dari Allah yang mempertemukan kami di kantor ini sebagai bentuk pendewasaan diri".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar